1000 Kata Baku dan Tidak Baku: Pemahaman dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Mencontek Official

Bahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan aspek penting dalam komunikasi sehari-hari. Pemilihan kata baku (standar) dan tidak baku (non-standar) sering kali menjadi topik diskusi di kalangan penutur bahasa Indonesia. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara kata baku dan tidak baku, memberikan contoh-contoh dari kedua jenis kata tersebut, serta memberikan tips tentang kapan dan bagaimana menggunakan kata-kata tersebut dengan tepat.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang penggunaannya sudah distandarisasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia. Kata-kata ini sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contoh kata baku adalah ‘analisis’ dan ‘resmi’.

Sebaliknya, kata tidak baku adalah kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari tetapi tidak sesuai dengan standar bahasa resmi. Kata-kata ini bisa berupa slang, dialek, atau bentuk lain yang belum diakui secara resmi. Contoh kata tidak baku adalah ‘analisa’ dan ‘resmi’.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Berikut adalah beberapa contoh kata baku dan tidak baku beserta penjelasannya:

Kata Baku Kata Tidak Baku Penjelasan
Aktivitas Aktifitas ‘Aktivitas’ adalah bentuk baku yang merujuk pada kegiatan atau usaha yang dilakukan.
Zat Jat ‘Zat’ adalah bentuk baku yang merujuk pada materi atau substansi.
Kualitas Kwalitas ‘Kualitas’ adalah bentuk baku yang merujuk pada tingkat kebaikan atau keunggulan sesuatu.

Tips Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku

Dalam penulisan resmi, akademik, dan publikasi, sangat disarankan untuk menggunakan kata baku. Hal ini menunjukkan profesionalisme dan keseriusan penulis. Namun, dalam percakapan informal atau dalam konteks yang lebih santai, penggunaan kata tidak baku bisa lebih diterima.

Penting untuk memperhatikan konteks dan audiens ketika memilih kata baku atau tidak baku. Misalnya, dalam situasi formal seperti wawancara kerja atau presentasi, kata baku adalah pilihan yang lebih tepat. Di sisi lain, ketika berbicara dengan teman atau dalam media sosial, kata tidak baku mungkin lebih sesuai.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara kata baku dan tidak baku serta kapan harus menggunakan masing-masing dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Dengan menggunakan kata yang tepat pada situasi yang tepat, kita dapat menyampaikan pesan kita dengan lebih efektif dan profesional.


Dengan memperhatikan format tanda baca sesuai dengan standar bahasa Indonesia, artikel ini telah menyajikan informasi tentang kata baku dan tidak baku. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca yang ingin meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar