Agresi Militer Belanda II: Serangan yang Mengubah Jalannya Sejarah Indonesia

Mencontek Official

Agresi Militer Belanda II, yang juga dikenal sebagai Operasi Kraai, merupakan bagian penting dari Revolusi Nasional Indonesia yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 hingga 5 Januari 1949. Peristiwa ini diawali dengan serangan mendadak oleh pasukan Belanda terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, yang mengakibatkan penangkapan beberapa tokoh penting seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sjahrir.

Latar Belakang

Setelah Agresi Militer I, Belanda dan Indonesia kembali duduk di meja perundingan. Namun, Belanda merasa bahwa Indonesia telah mengkhianati isi Perundingan Renville, yang sebelumnya telah disepakati. Hal ini menjadi pemicu bagi Belanda untuk melancarkan agresi militer keduanya.

Kronologi

Pada tanggal 19 Desember 1948, sekitar pukul 05.45 WIB, letusan bom pertama terdengar di Wonocatur dan Maguwo, di sebelah timur kota Yogyakarta. Serangan ini menandai dimulainya Agresi Militer Belanda II. TNI, yang saat itu dipimpin oleh Jenderal Soedirman, mengadopsi strategi pertahanan linier dengan menempatkan pasukan di garis terdepan untuk menghadapi serangan.

Dampak

Serangan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Meskipun Belanda berhasil merebut Yogyakarta dan mengasingkan pemerintah Indonesia, perlawanan gerilya terus berlanjut. Akhirnya, tekanan internasional, terutama dari PBB, memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia.

Kesimpulan

Agresi Militer Belanda II adalah momen krusial yang menunjukkan ketangguhan dan keberanian bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Peristiwa ini tidak hanya penting secara historis tetapi juga menjadi simbol perjuangan yang tak kenal lelah dari rakyat Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Agresi Militer Belanda II, Anda dapat mengunjungi halaman Wikipedia terkait atau membaca artikel dari sumber-sumber terpercaya lainnya.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar