Akhir Zaman Majapahit: Peristiwa yang Menyebabkan Keruntuhan

Mencontek Official

Kerajaan Majapahit, yang pernah berjaya di Nusantara, mengalami kemunduran yang dramatis hingga akhirnya runtuh pada abad ke-15. Berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, berperan dalam keruntuhan kerajaan ini. Artikel ini akan menguraikan secara detail peristiwa dan faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Faktor Internal

Konflik Perebutan Takhta

Setelah wafatnya Raja Hayam Wuruk pada tahun 1389 Masehi, Majapahit dilanda konflik perebutan takhta yang melibatkan Bhre Wirabhumi, anak selir Hayam Wuruk, dan Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk[1]. Konflik ini menyebabkan pecahnya persatuan keluarga dan bangsawan kerajaan.

Perang Paregreg

Konflik perebutan takhta berkembang menjadi perang besar yang dikenal sebagai Perang Paregreg, yang berlangsung dari tahun 1404 hingga 1406[1]. Perang ini sangat merugikan bagi aspek ekonomi, sosial, dan politik Majapahit.

Tidak Ada Penerus yang Handal

Setelah kematian Hayam Wuruk, tidak ada sosok raja yang cakap untuk mengelola daerah kekuasaan Majapahit yang luas[1]. Krisis kepemimpinan ini mempercepat keruntuhan Majapahit.

Krisis Sosial dan Ekonomi

Krisis sosial, ekonomi, dan politik di pusat Majapahit menyebabkan negara-negara vasal memerdekakan diri dari kekuasaan Majapahit[1].

Faktor Eksternal

Pengaruh Islam yang Kuat

Pada awal abad ke-15, pengaruh Islam yang kuat di wilayah Majapahit berperan dalam meruntuhkan eksistensi kerajaan ini[1]. Islam membawa pembaharuan dan mengubah pola pandangan masyarakat Jawa ke arah yang lebih modern.

Keruntuhan Majapahit merupakan peristiwa penting dalam sejarah Nusantara, yang menandai berakhirnya era kerajaan Hindu-Buddha dan munculnya negara-negara Islam di wilayah tersebut. Peristiwa ini juga menunjukkan betapa pentingnya stabilitas politik dan kepemimpinan yang kuat dalam mempertahankan sebuah kerajaan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar