Husein Mutahar: Pencipta Lagu Kebangsaan ‘Syukur’

Mencontek Official

Lagu ‘Syukur’ adalah salah satu karya monumental dalam khazanah musik nasional Indonesia. Diciptakan oleh Husein Mutahar, lagu ini tidak hanya sekedar melodi, tetapi juga sebuah simbol perjuangan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Berikut adalah ulasan mendetail tentang lagu ‘Syukur’ dan penciptanya.

Husein Mutahar: Sang Komponis Perjuangan

Husein Mutahar lahir di Semarang pada tanggal 5 Agustus 1916[1]. Beliau adalah tokoh yang tidak hanya dikenal sebagai pencipta lagu, tetapi juga sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia. Dalam perjuangannya, Husein Mutahar terlibat dalam "Pertempuran Lima Hari" di Semarang dan memiliki peran penting sebagai sekretaris panglima dengan pangkat kapten angkatan laut[1].

‘Syukur’: Lagu Nasional yang Lahir dari Keprihatinan

Lagu ‘Syukur’ diciptakan pada tahun 1944, menjelang akhir penjajahan di Indonesia. Husein Mutahar, dengan spesialisasi pada lagu-lagu himne, menciptakan ‘Syukur’ sebagai ungkapan rasa syukur yang dipersiapkannya untuk kemerdekaan RI yang ia duga saat itu sudah hampir tercapai[1]. Lagu ini diperkenalkan pada Januari 1945, beberapa bulan sebelum Indonesia merdeka[1].

Lirik ‘Syukur’ dan Maknanya

Lagu ‘Syukur’ memiliki lirik yang mendalam dan penuh makna. Setiap bait dari lagu ini mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia kemerdekaan yang telah dicapai. Berikut adalah lirik lagu ‘Syukur’ ciptaan Husein Mutahar:

Dari yakin ‘ku teguh
Hati ikhlas ‘ku penuh
Akan karunia-Mu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
Ke hadirat-Mu Tuhan

Lirik ini menggambarkan keyakinan dan keikhlasan dalam berjuang membela negara, yang dilakukan para pahlawan Negara dalam mewujudkan Indonesia Merdeka adalah berkat kehadirat Tuhan[2].

Penghargaan dan Tanda Jasa

Atas jasanya dalam perjuangan kemerdekaan dan kontribusi dalam musik, Husein Mutahar menerima beberapa tanda jasa, di antaranya adalah Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra, dan Tanda Kemahiran Pramuka sebagai pembina bertaraf internasional[1].

Warisan untuk Generasi Penerus

Hingga saat ini, lagu ‘Syukur’ menjadi lagu wajib yang dihafal oleh banyak orang di Indonesia dan makin populer setelah dibawakan oleh musisi-musisi modern. Lagu ini tidak hanya dikenang sebagai karya seni, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita.

Lagu ‘Syukur’ dan sosok Husein Mutahar adalah warisan yang berharga bagi bangsa Indonesia. Melalui karya-karya seperti ini, kita diajak untuk selalu mengingat dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar