Kerajaan Kamboja: Monarki Konstitusional dan Demokrasi Parlementer

Mencontek Official

Kamboja, sebuah negara yang kaya akan sejarah dan budaya, adalah penerus Kekaisaran Khmer yang berjaya pada abad ke-11 hingga ke-14. Negara ini terletak di jantung Asia Tenggara, berbatasan dengan Thailand, Laos, Vietnam, dan Laut Cina Selatan. Dengan lokasi geografis yang strategis, Kamboja memiliki peran penting dalam kawasan ASEAN, yang resmi bergabung pada tanggal 30 April 1999.

Sistem Pemerintahan

Kamboja menganut sistem pemerintahan monarki konstitusional dengan demokrasi perwakilan parlementer. Raja Kamboja, saat ini Norodom Sihamoni, menjabat sebagai kepala negara. Sementara itu, kepala pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri, yang sejak tahun 1985 adalah Hun Sen. Perdana Menteri merupakan pemimpin dewan menteri yang bertanggung jawab kepada National Assembly, lembaga legislatif utama di Kamboja.

Dalam sistem monarki konstitusional ini, raja memiliki peran simbolis dan tidak terlibat langsung dalam kebijakan politik. Sebaliknya, segala bentuk administrasi negara dilakukan oleh dewan menteri yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Dewan menteri dibentuk setelah pemilihan umum yang diikuti oleh partai-partai politik.

Demografi dan Kehidupan Sosial

Penduduk Kamboja diperkirakan mencapai 16,7 juta jiwa berdasarkan sensus tahun 2020. Masyarakat Kamboja menggunakan bahasa Khmer sebagai bahasa utama dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, bahasa Prancis dan Inggris juga digunakan, meskipun tidak sepopuler bahasa Khmer.

Mayoritas penduduk Kamboja, sekitar 85%, berasal dari bangsa Khmer. Suku-suku lain yang mendiami Kamboja termasuk suku pedalaman, Vietnam, Tionghoa, Cham, dan lainnya. Agama Buddha merupakan agama nasional dan dianut oleh 85 hingga 90% penduduk, sementara agama Kristen, Islam, dan aliran kepercayaan lainnya juga ada di Kamboja.

Ekonomi

Ekonomi Kamboja didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, dengan beras sebagai hasil pertanian utama. Selain itu, Kamboja juga memiliki kegiatan ekonomi di bidang pertambangan dan perikanan, dengan hasil pertambangan yang meliputi besi, tembaga, emas, dan permata.

Kamboja mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 1,7% setiap tahunnya, dan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Ini menunjukkan bahwa meskipun Kamboja telah mengalami perkembangan, pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi negara.


Kamboja terus berupaya memperkuat sistem pemerintahannya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Dengan sejarah yang panjang dan budaya yang kaya, Kamboja menjanjikan masa depan yang cerah sebagai bagian dari komunitas global.

: Sistem Pemerintahan dan Penduduk di Kamboja – Kompas.com
: Kamboja – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar