Kisah Sang Kancil dan Buaya

Mencontek Official

Pada suatu hari yang cerah di tepi sungai yang tenang, hiduplah seekor kancil yang cerdik bernama Kinar. Kinar dikenal di antara hewan-hewan hutan karena kecerdasan dan kecerdikannya yang luar biasa. Namun, di sungai itu juga tinggal sekumpulan buaya yang lapar dan selalu mencari kesempatan untuk menangkap mangsa.

Suatu hari, Kinar ingin menyeberang sungai untuk mencapai ladang apel di seberang sana. Ladang apel itu terkenal akan buahnya yang manis dan segar, namun sungai itu penuh dengan buaya yang siap menerkam. Kinar harus menemukan cara untuk menyeberang tanpa menjadi santapan buaya.

Dengan kecerdikan yang dimilikinya, Kinar mendekati tepi sungai dan berteriak kepada buaya-buaya, "Hai, buaya-buaya yang perkasa! Aku mendengar raja ingin mengadakan pesta dan membutuhkan buaya-buaya terbaik untuk dijadikan pengawal. Aku diutus untuk menghitung berapa banyak buaya yang ada di sini."

Buaya-buaya itu tertarik dan ingin dianggap sebagai buaya terbaik, sehingga mereka setuju untuk membentuk barisan agar Kinar dapat menghitung mereka. Saat buaya-buaya itu berbaris dengan rapi, Kinar mulai melompat dari punggung satu buaya ke buaya lainnya sambil menghitung, "Satu, dua, tiga, …" Sampai dia berhasil menyeberang ke seberang sungai.

Setelah sampai di seberang, Kinar berteriak kembali, "Terima kasih, buaya-buaya yang baik hati! Aku akan memberitahu raja tentang kebaikan kalian." Dengan perasaan bangga dan tidak menyadari bahwa mereka telah ditipu, buaya-buaya itu kembali ke dalam air.

Kinar pun menikmati buah apel sepuasnya, sambil tertawa dalam hati karena berhasil menipu buaya-buaya yang tidak curiga. Dari hari itu, buaya-buaya itu menjadi lebih waspada, dan Kinar dikenang sebagai kancil yang cerdik dan penuh akal.

Cerita ini mengajarkan kita bahwa kecerdikan dan kecerdasan sering kali lebih berharga daripada kekuatan fisik. Kinar, dengan kecerdikannya, berhasil mengatasi rintangan yang tampaknya tidak mungkin, sementara buaya-buaya yang kuat dan menakutkan justru mudah ditipu oleh kecerdasan Kinar.


Cerita di atas adalah contoh dari narrative text pendek yang mengandung unsur-unsur seperti tokoh, pengaturan, konflik, dan resolusi. Narrative text sering digunakan untuk menghibur, mendidik, atau menyampaikan pesan moral kepada pembaca. Dalam kasus ini, pesan moralnya adalah pentingnya kecerdasan dan kecerdikan dalam menghadapi masalah.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar