Memahami Ideologi: Dari Terbuka Hingga Tertutup

Mencontek Official

Ideologi merupakan sekumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan, dan cita-cita yang menyeluruh dan sistematis, mempengaruhi banyak aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosiologi, budaya, hingga keagamaan. Dalam konteks negara, ideologi berperan sebagai cita-cita yang menjadi basis kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan.

Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak bersifat mutlak. Nilai-nilai dan cita-cita dalam ideologi terbuka tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali serta diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri. Ideologi terbuka bersifat dinamis, sistem pemikirannya dapat dipelajari serta menerima perubahan sesuai tuntutan masyarakat, bangsa, dan perkembangan zaman.

Contoh Ideologi Terbuka

  • Pancasila: Di Indonesia, Pancasila tergolong sebagai ideologi terbuka. Ia dapat digunakan sebagai pegangan dan pedoman dalam kehidupan bernegara, tidak hanya di masa kini melainkan masa depan, tanpa menghilangkan nilai-nilai dasarnya. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila mampu menyerap nilai-nilai baru yang berguna bagi keberlangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.
  • Pluralisme: Ideologi ini menekankan dan mengakui keberagaman dalam suatu kelompok politik atau negara.

Ideologi Tertutup

Ideologi tertutup adalah ideologi mutlak yang kebenarannya tidak boleh dipersoalkan lagi, harus diterima sebagai suatu yang sudah jadi serta dipatuhi. Sistem pemikiran yang tertutup dan cenderung totaliter, di mana rakyatnya mutlak harus taat dan memenuhi tuntutan ideologi tersebut.

Ciri-ciri Ideologi Tertutup

  • Dogmatisme: Ideologi tertutup bersifat memaksa dan dogmatis.
  • Totaliter: Menekankan pada kepatuhan absolut dan sering kali melegitimasi kekuasaan sekelompok orang saja.

Perbedaan Kunci

Perbedaan utama antara ideologi terbuka dan tertutup terletak pada fleksibilitas dan dinamika. Ideologi terbuka lebih fleksibel dan toleran terhadap perbedaan, menekankan kerja sama, sementara ideologi tertutup lebih terpola, mengharuskan semua orang untuk mematuhi satu pandangan, dan menekankan pada kompetisi.

Ideologi, baik terbuka maupun tertutup, memiliki peran penting dalam membentuk arah dan karakter sebuah bangsa. Memahami perbedaan ini membantu kita mengenali bagaimana sebuah negara menavigasi antara tradisi dan modernitas, antara kestabilan dan perubahan.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar