Mengenal Besaran Zakat Fitrah: Antara 2,5 Kg dan 2,7 Kg

Mencontek Official

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam di bulan Ramadhan. Menjelang Idul Fitri, setiap muslim yang mampu diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan bantuan bagi yang membutuhkan. Namun, seringkali muncul pertanyaan: berapa sebenarnya takaran yang tepat untuk zakat fitrah? Apakah 2,5 kg atau 2,7 kg?

Fatwa MUI dan Penyesuaian Takaran Zakat Fitrah

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 65 Tahun 2022, terdapat penyesuaian dalam besaran zakat fitrah yang semula 2,5 kg menjadi 2,7 kg. Penyesuaian ini mengacu pada ukuran satu sha atau empat mud yang di zaman Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai takaran zakat. Dalam konteks saat ini, terjadi perbedaan pendapat mengenai konversi mud ke kilogram, yang berkisar antara 2,4 kg hingga 2,8 kg. Oleh karena itu, MUI merekomendasikan umat Islam untuk mengeluarkan zakat fitrah sebanyak 3 kg untuk menghindari perdebatan dan memastikan tidak ada kekurangan dalam takaran.

Praktik Zakat Fitrah di Berbagai Daerah Indonesia

Di Indonesia, praktik penentuan besaran zakat fitrah bisa berbeda-beda di tiap daerah. Sebagai contoh, di Provinsi Bengkulu, besaran zakat fitrah ditetapkan sebesar 2,5 kg beras atau 10 canting, sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari. Penetapan ini dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, BAZNAS, dan MUI setempat.

Kesimpulan

Dalam menentukan besaran zakat fitrah, penting bagi kita untuk mengikuti panduan dari ulama dan lembaga keagamaan yang berwenang. Meskipun terdapat perbedaan pendapat, yang terpenting adalah niat kita untuk berbagi dan membantu sesama di bulan yang penuh berkah ini. Jika ragu, mengeluarkan zakat fitrah lebih dari takaran minimum adalah pilihan yang lebih baik untuk memastikan kita tidak kurang dalam berzakat.

: Suara.com

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar