Tarling: Irama Musik Tradisional dari Indramayu

Mencontek Official

Musik Tarling adalah ekspresi seni yang kaya akan sejarah dan budaya, berasal dari daerah Indramayu, di wilayah pesisir pantai utara Jawa Barat, yang dikenal dengan sebutan Pantura. Nama ‘Tarling’ sendiri merupakan singkatan dari ‘itar’ dan ‘suling’, yang menunjukkan kombinasi unik dari gitar dan seruling sebagai instrumen utama dalam musik ini.

Sejarah dan Asal Usul

Tarling tidak hanya sekedar aliran musik, tetapi juga cerminan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indramayu. Bermula pada tahun 1531 Masehi, kesenian ini berkembang di Kesultanan Dermayu, yang dipimpin oleh Sulthonul Wirakusuma atau Wirasamudra II. Musik ini menjadi sarana untuk mengingatkan para perantau untuk selalu ingat kepada Tuhan dan tanah kelahirannya, yang terangkum dalam filosofi ‘Sing Nelatar Kudu Eling‘.

Instrumen dan Perkembangan

Dalam perkembangannya, Tarling telah mengalami evolusi, dari penggunaan instrumen tradisional seperti kecrekan, saronen, dan gong, hingga penambahan instrumen modern seperti keyboard, gendang, dan gitar listrik. Ini menunjukkan adaptasi Tarling terhadap zaman, sekaligus mempertahankan ciri khasnya.

Tarling Dalam Kehidupan Masyarakat

Tarling tidak hanya diapresiasi sebagai musik, tetapi juga sebagai pertunjukan yang menghibur dan menyampaikan pesan moral. Dalam setiap lirik lagu Tarling, terkandung pesan-pesan kehidupan yang mendalam, yang seringkali berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan, nasihat, dan kritik sosial.

Kesimpulan

Tarling, dengan irama yang merdu dan lirik yang penuh makna, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indramayu. Musik ini terus berkembang dan dicintai oleh berbagai generasi, menjadi simbol kekayaan budaya yang harus kita lestarikan.

: Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
: Kompas.com

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar