Tawakal: Kunci Keteguhan Hati dalam Islam

Mencontek Official

Tawakal merupakan konsep yang sering disalahpahami sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Namun, dalam Islam, tawakal adalah sikap mempercayakan diri kepada Allah SWT setelah berusaha seoptimal mungkin. Kata ini berasal dari bahasa Arab wakalah atau wikalah, yang mengandung makna memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar kepada orang lain.

Pengertian Tawakal

Tawakal adalah sikap membebaskan diri dari ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada-Nya. Ini adalah perbuatan lahir dan batin yang mencerminkan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.

Dalil Tentang Tawakal

Dalam Al-Qur’an, tawakal dijelaskan dalam beberapa ayat, seperti QS. At Thalaq ayat 3 yang berbunyi:

$$
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
$$

Artinya: "Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."

Pandangan Ulama Tentang Tawakal

Beberapa ulama telah memberikan definisi tawakal, antara lain:

  • Imam Al-Ghazali: Tawakal adalah bersandarnya hati hanya kepada Allah SWT.
  • Ibnu Rajab: Tawakal adalah kepercayaan hati bahwa hanya Allah yang dapat mendatangkan kemaslahatan dan menolak bahaya.

Manfaat Tawakal

Tawakal mengajarkan kita untuk berusaha dengan sungguh-sungguh sambil tetap merasa tenang dan percaya bahwa hasil akhir adalah rencana Ilahi yang lebih besar. Ini membantu kita menghadapi kesulitan dengan keteguhan hati dan jiwa yang tenang.

Kesimpulan

Tawakal adalah sikap yang harus dibangun setelah melakukan usaha terbaik kita. Ini bukan tentang pasrah, melainkan tentang mempercayakan hasil usaha kita kepada kehendak Allah SWT, dengan keyakinan bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita.


Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar